Radio Rimba Raya dalam BERITA

Minggu, 20 November 2016

Dosen UI; Radio Rimba Raya Layak Masuk Kurikulum Sejarah





Jakarta-LintasGayo.co.: Perjuangan Radio Rimba Raya adalah sebuah fakta sejarah yang diaktualisasikan melalui penuturan para pelaku dan saksi sejarah. Karenanya layak dimasukkan dalam kurikulum sejarah di sekolah.
Demikian dinyatakan dosen sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, M. Wasith Albar, usai menyaksikan pemutaran film dokumenter Radio Rimba Raya di History Fair 2016 Universitas Indonesia, 14 Nopember 2106.
Menurut Wasith bukti-bukti tentang peran penting Radio Rimba Raya tidak terdokumentasi dengan baik, namun syukurnya sebagiannya telah didokumentasikan oleh Ikmal Gopi melalui dilm dokumenter.
“Sejarah Rimba Raya Raya ini adalah fakta yang tak terbantahkan, walaupun kita kesulitan mendapatkan arsip-arsip tentang sejarah Rimba Raya tersebut, bagi saya sejarah lokal adalah sejarah yang sangat demokratis,” jelasnya.
Ditambah lagi, menurut Wasith, film dokumenter Radio Rimba Raya telah memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat tentang sejarah Indonesia.
Ia mendorong sejarah Radio Rimba Raya masuk ke dalam kurikulum sejarah Indonesia. Dia menyarankan sejarah Radio Rimba Raya dapat dituangkan ke dalam bentuk naskah tulisan berbentuk buku, sehingga dapat dijadikan rujukan keilmuan dalam semua jenjang pendidikan.
Selain Wasith, seorang wartawan dari majalah Historia, Martin Sitompul turut serta menjadi penonton serta narasumber diskusi dengan peserta ratusan mahasiswa kampus tersebut. (A.Keniko | Kh)

Rabu, 09 November 2016

Film Radio Rimba Raya akan Diputar dan Didiskusikan Pada History Fair UI








Jakarta-LintasGayo.co : Film dokumenter tantang sejarah perjuangan Radio Rimba Raya (RRR) dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat Agresi Militer II tahun 1948, karya putra Gayo, Ikmal Gopi akan diputar serta didiskusikan dalam sebuah acara sejarah.
Film RRR, menurut sang sutradara, Ikmal Gopi, Rabu 9 November 2016 akan diputar pada acara History Fair 2016 Universitas Indonesia (UI).
“Pemutaran dan diskusi akan berlangsung di Audit Gd X, lt 3, FIB UI, pada 14 November 2016 mendatang, pukul 14.15 Wib sampai dengan selesai,” terang Ikmal Gopi.
Selain dirinya, pada pemutaran dan diskusi sejarah perjuangan RRR, juga akan diisi oleh Martin Sitompul (Majalah Historia) dan M. Wasith Abrar, M. Hum (Dosen Sejarah UI).
“Dengan diputarnya film ini di acara sekelas History Fair UI, semoga RRR dalam perjuangannya makin diketahui secara luas oleh kalangan sejarawan Indonesia dan mancanegara, karena peran vital RRR dalam menyampaikan kepada dunia mengabarkan Indonesia masih ada setelah ibukota negara jatuh ke tangan sekutu pada Agresi Militer II tahun 1948, dengan sayup tapi lantang, kabar bantahan datang dari Radio Rimba Raya,” tandas Ikmal Gopi.
Seperti diketahui, History Fair, adalah kegiatan besar tahunan yang diselenggarakan oleh Studi Klub Sejarah UI, yang merupakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. History Fair ini diselenggarakan sebagai wadah bagi anggota StudiKlub Sejarah untuk aktif dan memiliki pengalaman di bidang kepanitiaan. Pada tahun 2016 ini, History Fair kembali diadakan dengan konsep yang lebih inovatif dan kreatif dengan History Fair sebelumnya.
Tema History Fair 2016 ini adalah “Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Bangsa”. Tema tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November 2016. Selain itu, tema ini dipilih juga karena untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa sejarah Indonesia tidak terlepas dari peran pahlawan.
(Wein Mutuah)