Radio Rimba Raya dalam BERITA

Kamis, 26 Oktober 2017

Jadikan Tugu Radio Rimba Raya Sebagai Wisata Pers




Plt Bupati Bener Meriah, Hasanuddin Darjo di dampingi unsur Forkopimda Bener Meriah, foto di Kompleks Tugu Radio Rimba Raya, Bener Meriah, Kamis (9/2/2017). [Joniful Bahri]

BIREUEN - Radio Rimba Raya memiliki  peran penting dalam perjuangan tahun 1948 saat agresi Belanda mengumumkan bahwa Indonesia tidak ada lagi. Saat itu Radio Rimba Raya dengan lantang mengumumkan bahwa Indonesia masih ada, dalam siarannya yang bisa ditangkap di luar negeri, sehingga dunia tahu jika Indonesia masih ada.Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Hasanuddin Darjo saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-71 yang dipusatkan di kompleks Tugu Radio Rimba Raya, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (9/2/2017).
“Untuk itu kita terus berjuang, agar Tugu Radio Rimba Raya ini diakui oleh nasional. Untuk direnovasi supaya menjadi tempat wisata pers ke depan,” katanya
Momentum HPN bisa dimanfaatkan supaya bisa membangun spirit. Semua pihak terutama guru, juga disarankan untuk memperkenalkan Tugu Rimba Raya kepada murid-muridnya
Di bagian lain, Darjo  juga mengatakan, peran pers sangat penting, maka dengan  HPN ini menjadi ajang silaturrahmi, untuk terus mengembangkan potensi jurnalistik.
“Perkembangan pers semakin canggih sejak internet berkembang, di mana berita tidak hanya kita baca secara cetak, tapi bisa juga kita baca secara elektronik. Harapan saya dunia pers di Indonesia semoga makin baik,” kata Darjo.
Namun sayangnya keberadaan Tugu Radio Rimba Raya belum mendapat legelitas  dari pemerintah pusat, atau belum diakui secara nasional. Oleh sebab itu, insan pers harus mempromosikan tugu ini supaya diakui oleh pemerintah.
Upacara  HPN ke-71 diikuti oleh unsur Forkopimda Bener Meriah dan ratusan pelajar, mahasiswa, PNS di jajaran Pemkab Menerima Meriah, dan TNI/Polri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar