Radio Rimba Raya dalam BERITA

Rabu, 08 November 2017

Kisah Sejarah Radio Rimba Raya


Kisah Sejarah Radio Rimba Raya
KBRN, Jakarta : Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah menjadi saksi dan kisah yang berkesan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan dan sejarah perlawanan agresi 1 Maret 1949 yang disiarkan Radio Rimba Raya didengar di dunia saat itu, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sutradara Film Dokumenter Sejarah Rimba Raya Ikmal Gopi mengisahkan tentang pembuatan Film Dokumenter Sejarah Radio Rimba Raya. Awalnya kisah Radio Rimba Raya hanya dikisahkan dan cerita turun-temurun dan tidak ada literatur yang melengkapinya.
“Radio Rimba Raya itu sejarah lokal, dan saya tidak mendapatkan data-data itu di Jakarta baik dalam bentuk buku secara keseluruhan. Kemudian muncul keraguan saya tentang Radio Rimba Raya,” katanya dalam dialog RRI, Kamis (7/9/2017). 
Ikmal mengaku mengangkat Radio Rimba Raya dari ketidaktahuan dan hanya sejarah dari mulut ke mulut.
“Dan katanya ini radio perjuangan,” ujarnya. 
Ikmal mengaku sempat mencoba mencari informasi tentang Radio Rimba Raya itu melalui internet namun tetap tidak ada data yang diharapkan. Ia pun mencoba ke Takengon pada tahun 2008 dan mulai melakukan riset tahun 2006 dan 2007 dan sempat mengambil dari sejarawan almarhum Ayakobi. 
“Banyak sejarah itu Radio Rimba Raya itu dongeng dan bisa dirilis ke luar negeri, India dan ke PBB. Data-data saya dapat dan tahun 2008 ke Aceh. Ternyata di Aceh Radio Rimba Raya itu mempunyai hubungan ke Pemerintahan Indonesia dan ada hubungannya dengan Yogyakarta. Setelah saya membaca sejarah Agresi 1949 saya tidak menemukan sejarahnya,” terangnya. 
Untuk melakukan penelitian, Ikmal melakukan riset ke berbagai kota di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Payakumbu, Gunung Kidul, Karang Anyar, Bliter hingga Tulung Agung. 
“Poin penting dalam Radio Rimba Raya itu di Yogyakarta selama 6 jam. Serangan 1 Maret diriley ke PDRI dan diriley ke Banda Aceh dan masuk ke Takengon dan Rimba Raya. Serangan 1 Maret itu disiarkan di Radio Rimba Raya. Dan itu berpengaruh terjadilah perjanjian Roem Royen. Ini karena Radio Rimba Raya,” imbuhnya. 
Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah Irmansyah mengatakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyatakan akan selalu memberikan dukungan kepada Radio Rimba Raya. 
“Kita selalu memberikan dukungan formil untuk Radio Rimba Raya,” tandasnya. (SAS/DS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar